Cara Menghitung Jumlah Cat Tembok yang Dibutuhkan

26 Mar Cara Menghitung Jumlah Cat Tembok yang Dibutuhkan

Sekarang, mengecat rumah dapat Anda lakukan sendiri. Dengan melakukan pengecatan secara sendiri, Anda terbebas dari beban biaya yang harus dikeluarkan. 

Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengerti akan kebutuhan cat untuk mengecat rumah. Walaupun mengecat sendiri memampukan Anda untuk menjadi fleksibel, Anda perlu tetap memahami persoalan cat. Bila perhitungan yang Anda miliki tidak tepat, akan merugikan Anda ke depannya. Alhasil, cat yang sudah dibeli entah akan terlalu banyak yang menghasilkan sisa atau terlalu sedikit.

Membeli cat terlalu banyak, membuat Anda menjadi boros. Belum termasuk persoalan penyimpanan cat yang sudah terpakai atau tidak terpakai sama sekali. Membeli cat terlalu sedikit, membuat Anda harus kembali ke toko untuk membeli lagi. Hal ini tentu akan membuang waktu, dan bahkan terdapat kemungkinan warna tersebut stoknya habis. Jika tidak diperhitungkan dengan tepat, proses pengecatan tembok akan terhambat.

Supaya kejadian di atas tidak Anda alami, ada baiknya menghitung dulu kebutuhan warna cat tembok yang perlu dipersiapkan. Hasil perhitungan akan mendekati kebutuhan yang Anda inginkan, yang bertujuan untuk meminimalisasi kesalahan-kesalahan.

Baca Juga: DIY: Metode Mengecat Berkreasi Menggunakan Cat Tembok

Menghitung Kebutuhan Cat Tembok

Kebutuhan warna cat tembok dipengaruhi oleh beragam faktor. Faktor tersebut meliputi luas tembok, plafon, pintu, dan jika ada, jendela. Beberapa faktor tersebut harus Anda ketahui secara pasti ukuran luasnya. Berikut contoh cara menghitung kebutuhan cat yang bisa Anda terapkan.

1. Menghitung Luas Tembok

Hal pertama yang Anda perlu lakukan adalah menghitung luas tembok. Misalnya, Anda memiliki ruangan dengan 4 bidang dinding, di mana dua sisinya memiliki ukuran yang berbeda. Sehingga, kedua sisi tersebut harus dihitung sendiri-sendiri.

     – Dinding Y: 3 meter x 6 meter = 18 meter persegi.

     – Dinding X: 4 meter x 6 meter = 24 meter persegi.

Kedua dinding tersebut karena memiliki dua sisi, jadi masing-masing harus dikalikan dua. Jadi dinding Y 36 meter persegi dan dinding X 48 meter persegi. Total luas bidang dinding tersebut adalah 84 meter persegi.

2. Hitung Luas Plafon

Langkah selanjutnya adalah menghitung luas bidang plafon. Cara mengitungnya sebagai berikut.

     – 3 meter x 4 meter = 12 meter persegi

Kemudian jumlahkan luas tembok dengan plafon, hasilnya 96 meter persegi.

3. Hitung Ukuran Pintu Dan Jendela

Kemudian hitung juga luas pintu dan jendela. Hasil luas jendela maupun pintu kemudian digunakan untuk mengurangi total luas tembok ditambah plafon tadi.

Misalnya, luas pintu memiliki ukuran 2 meter x 0,5 meter. Maka, hasilnya adalah 1 meter persegi. Jadi, luas yang harus dicat; 96 meter persegi dikurangi 1 meter persegi, hasilnya 95 meter persegi.

4. Ketahui Daya Sebar Cat

Selanjutnya adalah mengetahui daya sebar cat. Misalnya saja 1 galon memiliki daya sebar 10 meter persegi, dengan 2 lapis pengecatan.

     – Jadi, 95 meter persegi x 2 (lapis pengecatan) = 190. 

     – 190:10 (daya sebar per meter persegi) = 19 liter.

Jadi cat yang dibutuhkan untuk mengecat tembok tersebut adalah 19 liter. Namun, untuk beberapa warna yang membutuhkan pelapisan melebihi 2 kali, seperti warna cerah, Anda bisa menyesuaikannya.

Baca Juga: Tips Desain Interior Rumah Bergaya Skandinavia

Salah satu jenis cat yang memberikan warna lebih jelas dan irit adalah produk dari Bital Asia. Untuk info lebih lanjut mengenai cat dari Bital Asia, Anda bisa klik di sini!